Nikmati HIdup Apa Adanya

Selalu nikmati kehidupan kita, bagaimana pun rasanya, pait dan manis harus slalu kita hadapi.

Physich Ranger

Go.. Go... Physich Ranger

Korps Protokol Pramuka UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Salah satu unit di Gerakan Pramuka KB. 23001-23002 Pangkalan UIN Sunan GUnung Djati Bandung sewaktu (Orientasi Calon Anggota Protokol)SICAP-IV .

Bergaya di depan gedung sate

Salah satu gedung ikon jawa barat

Capten Aher

Salah satu hal terburuk pembebasan adalah meningkatnya kepengecutan terhadap tanggungjawab, demikian kesetengah hatian yang dilakukan dalam melakukan segala hal

Kamis, 19 Februari 2015

Whaff Reward, Aplikasi Meraup Dolar Pada Android

Selamat pagi para juragan khususnya yang hobby mencari uang lewat Internet, dimana bagi yang hobby main download, main game, buka portal berita dll, disini nih tempatnya, dimana dengan hobby kita itu kita bisa mendapatkan uang lewat hobby kita itu, keren bukan, jargonnya kaya gini.

Pekerjaan yang paling menyenangkan di dunia adalah Hobby yang yang dibayar
Keren Bukan…………???

Oke langsung saja kita ke pokok bahasan…….Disini saya akan memberikan tips bagaimana anda bisa mendapatkan uang hanya dengan download applikasi dan melakukan beberapa task dengan applikasi yang kita sebut Whaff Reward.

Android kamu sudah bisa mendapatkan dollar dengan mudah dan tentunya tidak menyita waktu kamu. Hanya saja, dollar yang kamu dapatkan perharinya memang tidak banyak, paling tidak $1 – $2 dollar saja, tapi jika dikumpulkan dalam waktu 1 Bulan, lumayankan bisa dapat $30.

Penarikan saldo bisa dilakukan via PayPal





Sebenarnya inti dari WHAFF ini adalah Kamu harus mencoba aplikasi untuk beberapa menit, dan kamu bisa mendapatkan $0.10 – $0.30 / aplikasi-nya. Itu bisa kamu dapatkan setiap harinya, semakin banyak Aplikasi yang kamu install maka akan semakin banyak dollar yang kamu dapatkan.

Terus Bagaimana caranya mendapatkan uang dengan Whaff Reward??
Mau tau caranya?

klik disini untuk mendapakan aplikasinya
Google Play Store

Setelah anda download dan instal whaff di perangkat android anda, silahkan log-in disitu anda menggunakan ID dan password dari Facebook anda (Tenang aman ko, bukan Phising atau apa, ini Fungsinya hanya untuk konenksi ke akun kita untuk data di Profil).



Setelah sobat berhasil log-in sobat akan diminta untuk memasukkan Invite Code, Invite Code bisa anda gunakan Code AU23452(Dengan menggunakan code tersebut balance/saldo anda akan menerima uang sebesar 0.30$ secara otomatis. jadi nggak ada yang rugi kan,Tapi jika anda tidak memasukkan atau tidak menggunakan code tersebut anda tidak akan menerima bonus tersebut, jadi balance anda tetap 0$.)



Setelah anda memasukkan code tersebut AU23452 dan mendapatkan bonus, kini saatnya anda mecari uang dengan download applikasi.

Selanjutnya, cara mencari dollar-nya adalah dengan menggunakan aplikasi-aplikasi yang ada didalamnya, atau bisa juga dengan mengikuti misi-misi yang diberikan, seperti menggunakan aplikasi selama 2 menit atau lainnya.
Selesai
Semoga Bermanfaat :)

Menambah Saldo Paypal Gratis dengan AWSurvey



Sekarang ini siapa yang tidak mengenal paypal, ya paypal sebuah bank internet yang sudah mendunia, namun pengalaman saya membuat paypal, rekening internet saya tersebut saldonya 0 selama berbulan-bulan sampai saya menemukan trik bagaimana mengisi saldo saya tersebut dengan mudah dan gratis tentunya.

Bagi anda yang belum memiliki akun paypal silahkan membuat terlebih dulu karena gratis.
caranya mudah banget coy. klik disini

1. klik sign up
2. isi data diri kamu.. sampai selesai. kalo nggak punya rekening gak pa2 kog, tinggal unceck aja pada bagian bawah.
3. kemudian buat akun saya.

selesai tinggal konfirmasi e-mail aja,, sama kayak ente daftar facebook.. bahkan lebih mudah.. hehe :)
Baik saya anggap anda sudah memiliki akun paypal, namun saldo anda masih 0. Yang pertama yang harus anda lakukan adalah mencari tau bagaimana cara mengisi saldo paypal dengan mudah dan gratis, namun anda tidak perlu mencari tau karena saya akan memberitahukan caranya pada anda. Cukup anda membaca dengan seksama kemudian ikuti langkah-langkah yang akan saya berikan.

Klik link ini
http://www.AWSurveys.com?R=3899208
Kemudian Create Free Account
Isi semua data yang diperlukan
Selanjutnya klik Create A Free Account
Kemudian anda harus melakukan survey untuk mendapat dolar.

Cara melakukan survey

Klik Welcome Survey $ 6.00
Akan muncul halaman baru, kemudian Start Survey
Kemudian anda akan di minta memasukkan alamat website (masukkan http://www.paypal.com) di kedua kolom.
Kemudian tekan Enter
Maka akan muncul halaman baru kemudian anda klik tulisan "Click Here to go Home and to see your New Balance"
Anda wajib mengklik tulisan tersebut agar anda mendapat $ 6.00
Ulangi seperti langkah nomor 1 akan tetapi nilainya bukan $ 6.00 tapi $ 4.00
Untuk bisa mengambil uang anda tersebut anda harus mengumpulkan $15 terlebih dulu, baru anda bisa melakukan REDEEM MONEY.

Cara memasukkan dolar tersebut ke paypal.

Klik tulisan Redeem Money yang ada di bawah survey.
Anda di bawah ke halaman redeem amount, pilih sesuai yang anda miliki.
Selanjutnya pilih PAYPAL
Kemudian REDEEM NOW
Setelah itu masukkan email paypal anda.
Anda harus menunggu 5 hari baru bisa melihat saldo paypal anda sudah bertambah.

Rabu, 20 Maret 2013

Fisika sebagai Proses, Produk dan Sikap Ilmiah

oleh Debi Herdiana Putra



Sebagian besar orang memahami bahwa IPA adalah ilmu pengetahuan yang terdiri dari fisika, biologi dan kimia. Di samping itu sebagian orang memandang IPA sebagai kumpulan informasi ilmiah, sedangkan para ilmuwan memandang IPA sebagai sebuah cara (metoda) untuk menguji dugaan (hipotesis), dan para ahli filsafat memandang IPA sebagai cara bertanya tentang kebenaran dari segala sesuatu yang diketahui. Masing-masing pandangan itu adalah benar menurut sudut pandang yang digunakannya. Sementara itu kesamaan pandangan para pendidik dan pengajar tentang hakekat IPA termasuk fisika di dalamnya sangatlah penting, agar tidak terjadi disparitas dalam merencanakan dan mengembangkan pembelajaran IPA.
Menurut Collette dan Chiappetta (1994) menyatakan bahwa “sains pada hakekatnya merupakan sebuah kumpulan pengetahuan (“a body of knowledge”), cara atau jalan berpikir (“a way of thinking”), dan cara untuk penyelidikan (“a way of investigating”)". Dengan mengacu kepada pernyataan tersebut, pandangan kebanyakan orang, pandangan para ilmuwan, dan pandangan para ahli filsapat seperti yang telah dikemukakan di atas tidaklah salah. Masing-masing pandangan hanya merupakan salah satu dari tiga hakekat IPA dalam pernyataan itu. Pernyataan Collette dan Chiappetta lebih merupakan pandangan yang komprehensif atas hakekat IPA atau sains. Pernyataan yang lebih tepat tentang hakekat IPA adalah IPA sebagai produk untuk pengganti pernyataan IPA sebagai sebuah kumpulan pengetahuan (“a body of knowledge”), IPA sebagai sikap untuk pengganti pernyataan IPA sebagai cara atau jalan berpikir (“a way of thinking”), dan IPA sebagai proses untuk pengganti pernyataan IPA sebagai cara untuk penyelidikan (“a way of investigating”). Karena fisika merupakan bagian dari IPA atau sains, maka sampai pada tahap ini kita dapat menyamakan persepsi bahwa hakekat fisika adalah sama dengan hakekat IPA atau sains. Jadi hakekat fisika adalah sebagai produk (“a body of knowledge”), fisika sebagai sikap (“a way of thinking”), dan fisika sebagai proses (“a way of investigating”).

1. Fisika sebagai produk
Dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia, terjadi interaksi antara manusia dengan alam lingkungan. Interaksi itu memberikan pembelajaran kepada manusia sehinga menemukan pengalaman yang semakin menambah pengetahuan dan kemampuannya serta berubah perilakunya. Dalam wacana ilmiah, hasil-hasil penemuan dari berbagai kegiatan penyelidikan yang kreatif dari para ilmuwan dinventarisir, dikumpulkan dan disusun secara sistematik menjadi sebuah kumpulan pengetahuan yang kemudian disebut sebagai produk atau “a body of knowledge”. Pengelompokkan hasil-hasil penemuan itu menurut bidang kajian yang sejenis menghasilkan ilmu pengetahuan yang kemudian disebut sebagai fisika, kimia dan biologi. Untuk fisika, kumpulan pengetahuan itu dapat berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, rumus, teori dan model.
a. Fakta
Fakta adalah keadaan atau kenyataan yang sesungguhnya dari segala peristiwa yang terjadi di alam. Fakta merupakan dasar bagi konsep, prinsip, hukum, teori atau model. Sebaliknya kita juga dapat menyatakan bahwa, konsep, prinsip, hukum, teori, dan model keberadaannya adalah untuk menjelaskan dan memahami fakta.
b. Konsep
Konsep adalah abstraksi dari berbagai kejadian, objek, fenomena dan fakta. Konsep memiliki sifat-sifat dan atribut-atribut tertentu. Menurut Bruner, Goodnow dan Austin (collette dan chiappetta: 1994) konsep memiliki lima elemen atau unsur penting yaitu nama, definisi, atribut, nilai (value), dan contoh. Yang dimaksud dengan atribut itu misalnya adalah warna, ukuran, bentuk, bau, dan sebagainya. Sesuai dengan perkembangan intelektual anak, keabstrakan dari setiap konsep adalah berbeda bagi setiap anak. Menurut Herron dan kawan-kawan (dalam Collette dan Chiappetta 1994), konsep fisika dapat dibedakan atas konsep yang baik contoh maupun atributnya dapat diamati, konsep yang contohnya dapat diamati tetapi atributnya tidak dapat diamati, dan konsep yang baik contoh maupun atributnya tidak dapat diamati.
c. Prinsip dan hukum
Istilah prinsip dan hukum sering digunakan secara bergantian karena dianggap sebagai sinonim. Prinsip dan hukum dibentuk oleh fakta-fakta dan konsep-konsep. Ini sangat perlu dipahami bahwa, hukum dan prinsip fisika tidaklah mengatur kejadian alam (fakta), melainkan kejadian alam (fakta) yang dijelaskan keberadaannya oleh prinsip dan atau hukum.
d. Rumus
Rumus adalah pernyataan matematis dari suatu fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori. Dalam rumus kita dapat melihat saling keterkaitan antara konsep-konsep dan variable-variabel. Pada umumnya prinsip dan hukum dapat dinyatakan secara matematis.
e. Teori
Teori disusun untuk menjelaskan sesuatu yang tersembunyi atau tidak dapat langsung diamati, misalnya teori atom, teori kinetik gas, teori relativitas. Teori tetaplah teori tidak mungkin menjadi hukum atau fakta. Teori bersifat tentatif sampai terbukti tidak benar dan diperbaiki. Hawking (1988) yang dikutip oleh Collette dan Chiappetta (1994) menyatakan bahwa “kita tidak dapat membuktikan kebenaran suatu teori meskipun banyak hasil eksperimen mendukung teori tersebut, karena kita tidak pernah yakin bahwa pada waktu yang akan dating hasilnya tidak akan kontradiksi dengan teori tersebut, sedangkan kita dapat membuktikan ketidakbenaran suatu teori cukup dengan hanya satu bukti yang menyimpang. Jadi, teori memiliki fungsi yang berbeda dengan fakta, konsep maupun hukum”
f. Model
Model adalah sebuah presentasi yang dibuat untuk sesuatu yang tidak dapat dilihat. Model sangat berguna untuk membantu memahami suatu fenomena alam, juga berguna untuk membantu memahami suatu teori. Sebagai contoh, model atom Bohr membantu untuk memahami teori atom.

2. Fisika sebagai proses
IPA sebagai proses atau juga disebut sebagai “a way of investigating” memberikan gambaran mengenai bagaimana para ilmuwan bekerja melakukan penemuan-penemuan. Jadi IPA sebagai proses memberikan gambaran mengenai pendekatan yang digunakan untuk menyusun pengetahuan. Dalam IPA dikenal banyak metoda yang menunjukkan usaha manusia untuk menyelesaikan masalah. Para ilmuwan astronomi misalnya, menyusun pengetahuan mengenai astronomi dengan berdasarkan kepada observasi dan prediksi. Ilmuwan lain banyak yang menyusun pengetahuan dengan berdasarkan kepada kegiatan laboratorium atau eksperimen yang terfokus pada hubungan sebab akibat. Sampai pada tahap ini kiranya cukup jelas bahwa, untuk memahami fenomena alam dan hukum-hukum yang berlaku, perlu dipelajari objek-objek dan kejadian-kejadian di alam itu. Objek-objek dan kejadian-kejadian alam itu harus diselidiki dengan melakukan eksperimen dan observasi serta dicari penjelasannya melalui proses pemikiran untuk mendapatkan alasan dan argumentasinya. Jadi pemahaman fisika sebagai proses adalah pemahaman mengenai bagaimana informasi ilmiah dalam fisika diperoleh, diuji, dan divalidasikan. Dari uraian di atas kiranya dapat disimpulkan bahwa pemahaman fisika sebagai proses sangat berkaitan dengan kata-kata kunci fenomena, dugaan, pengamatan, pengukuran, penyelidikan, dan publikasi. Pembelajaran yang merupakan tugas guru termasuk ke dalam bagian mempublikasikan itu. Dengan demikian pembelajaran fisika sebagai proses hendaknya berhasil mengembangkan keterampilan proses sain pada diri siswa.
Indikator dari setiap keterampilan proses yang meliputi: mengamati, mengklasifikasi, mengukur, mengajukan pertanyaan, merumuskan hipotesis, merencanakan penyelidikan, menafsirkan, dan mengkomunikasikan, adalah seperti daftar di bawah ini.
a. Indikator mengamati (observasi):

Menggunakan alat indera yang sesuai.
Memberi penjelasan apa yang diamati.
Memilih bentuk pengamatan yang sesuai.
Mencatat persamaan, perbedaan, keteraturan.
Membandingkan
Membuat pengamatan dalam perioda tertentu.
Mencatat kekecualian/atau hal yg tak diharapkan.
Menjelaskan suatu pola.
Menemukenali (identifikasi menurut pola tertentu).

b. Indikator mengklasifikasi /mengkatagori/seriasi:

Memberi urutan pada peristiwa yang terjadi.
Mencari persamaan dan perbedaan.
Menentukan kriteria pengelompikkan.
Menempatkan pada kelompok tertentu berdasarkan kriteria.
Memilih (memisahkan dengan jumlah kelompok tertentu).
Mengelompokkan berdasarkan ciri-ciri tertentu yang ditemukan dalam pengamatan
Memisahkan dengan berbagai cara.

c. Indikator mengukur/melakukan pengukuran:

Memilih alat ukur yang sesuai
Memperkirakan dengan lebih tepat
Menggunakan alat ukur dengan ketepatan tertentu
Menemukan ketidakpastian pengukuran

d. Indikator mengajukan pertanyaan:

Mengajukan sebanyak mungkin pertanyaan.
Mengidentifikasi pertanyaan yang dapat dijawab dengan penemuan ilmiah.
Mengubah pertanyaan menjadi bentuk yang dapat dijawab dengan percobaan.
Merumuskan pertanyaan berlatar belakang hipotesis (jawab dapat dibuktikan).

e. Indikator merumuskan hipotesis:

Merncoba menjelaskan pengamatan dalam terminologi konsep dan prinsip.
Menyadari fakta bahwa terdapat beberapa kemungkinan untuk menjelaskan suatu gejala.
Menggunakan penjelasan untuk membuat prediksi dari sesuai yang dapat diamati atau dibuktikan

f. Indikator merencanakan penyelidikan/percobaan:

Merumuskan masalah.
Menemukenali variabel kontrol.
Membandingkan variabel bebas dan variabel terikat.
Merancang cara melakukan pengamatan untuk memecahkan masalah
Memilih alat dan bahan yang sesuai
Menentukan langkah-langkah percobaan
Menentukan cara yang tepat untuk mengumpulkan data

g. Indikator menginterpretasi/menafsirkan informasi:

Menarik kesimpulan.
Menggunakan kunci atau klasifikasi.
Menyadari bahwa kesimpulan bersifat tentatif
Menggeneralisasi.
Membuat dan mencari pembenaran dari kesimpulan sementara
Membuat prediksi berdasarkan pola atau patokan tertentu

h. Indikator berkomunikasi:

Mengikuti penjelasan secara verbal.
Menjelaskan kegiatan secara lisan, menggunakan diagram.
Menggunakan tabel, grafik, model, dll, untuk menyajikan informasi.
Memilih cara yang paling tepat untuk menyajikan informasi.
Menghargai adanya perbedaan dari audien, dan memilih metoda yang tepat.
Mendengarkan laporan, menanggapi dan memberikan saran.
Memberi sumbangan saran pada kelompok diskusi.
Menggunakan sumber tidak langsung untuk memperoleh informasi.
Menggunakan teknologi informasi yang tepat.


3. Fisika sebagai sikap
Dari penjelasan mengenai hakekat fisika sebagai produk dan hakekat fisika sebagai proses di atas, tampak terlihat bahwa penyusunan pengetahuan fisika diawali dengan kegiatan-kegiatan kreatif seperti pengamatan, pengukuran dan penyelidikan atau percobaan, yang kesemuanya itu memerlukan proses mental dan sikap yang berasal dan pemikiran. Jadi dengan pemikirannya orang bertindak dan bersikap, sehingga akhirnya dapat melakukan kegiatan-kegiatan ilmiah itu. Pemikiran-pemikiran para ilmuwan yang bergerak dalam bidang fisika itu menggambarkan, rasa ingin tahu dan rasa penasaran mereka yang besar, diiringi dengan rasa percaya, sikap objektif, jujur dan terbuka serta mau mendengarkan pendapat orang lain. Sikap-sikap itulah yang kemudian memaknai hakekat fisika sebagai sikap atau “a way of thinking”. Oleh para ahli psikologi kognitif, pekerjaaan dan pemikian para ilmuwan IPA termasuk fisika di dalamnya, dipandang sebagai kegiatan kreatif, karena ide-ide dan penjelasan-penjelasan dari suatu gejala alam disusun dalam fikiran. Oleh sebab itu, pemikiran dan argumentasi para ilmuwan dalam bekerja menjadi rambu-rambu penting dalam kaitannya dengan hakekat fisika sebagai sikap.

Sumber : Fisika dan Pembelajaran

Rabu, 21 November 2012

Jika Cinta, Mengapa Pergi....!!!!

Terkanvas jiwaku saat engkau lafazkan kata berpisah. Lontaran perpisahan dari bibirmu, sungguh sekeping kematian kecil. Kepingan nafas terakhir cinta kita. Beriakkah sukmamu saat engkau memaksaku menenggak racun perpisahan dan tuba akhir dari segalanya?. Akan kutuang di cawan mana cintaku yang maha raya nan bergelora ini?.

Engkau pergi, engkau marah. Dan pulalah engkau tegak berdiri di pendirianmu ‘tuk campakkanku. Aku tersudut, terkecut hati, tertampar selaksa kecewa. Aku tersakiti. Terpaku-paku batin ini menahan rindu dahsyat padamu. Mengangeni seseorang yang telah berproklamasi membenciku untuk selama-lamanya. Dan mahirnya lidahmu bersila: “Emang Elo Siapa?”. Seutas ucap yang melilit rendahkan diriku.



Alunan Suara (Ku Berharap) Hijau Daun sungguh mengiris-iris seluruh sukmaku, gemetaranlah sekujur tubuhku, seolah tersambar light thunder. Terpental..! Hanguskan asa plus mimpi-mimpiku akan kehadiranmu lagi. Kini hidupku tak berpeta lagi. Pulalah tak berkompas lagi.

Tiada kata yang indah kecuali saya Thanks to Allah, sebab saya terhindar dari sebuah cinta bayangan, ritmik cinta fatamorgana. Seandainya raungan cintamu adalah bersorak cinta sejati, niscaya engkau tak akan pergi sebab hakikat cinta sejati adalah siaga menerima seada-adanya diriku dan setia hingga akhir. Yang terpatri hanyalah tautan kebencian kepadaku yang engkau lelehkan.

Wahai khizanat, jangan pernah takut ditinggalkan oleh seorang pencinta. Seorang pencinta yang kuibaratkan cemara yang ditiup angin, ke mana arah angin ke sanalah pucuknya. Sebuah cinta yang tak berketetapan hati yang mengerontangkan hydrant kehidupan.

Engkau gilang-gemilang menjejaki pendahulumu. Takdir ini kuterima lagi dan lagi. Jangan gerakkan pikiranmu sedepahpun untuk kembali, my heart had locked. Sebab: Jika Cinta, Mengapa Pergi…?^^^

Kamis, 15 Maret 2012

Makalah Evaluasi Pembelajaran

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Dalam konteks asesmen, perbedaan cara pandang terhadap konsep belajar dan pembelajaran mempengaruhi bagaimana asesmen dirancang. Perkembangan ilmu di bidang Psikologi Pendidikan berdampak pula terhadap cara pandang guru/dosen tentang desain pembelajaran, praktik pembelajaran dan tentu saja asesmen pembelajaran. Misalnya tren pergeseran paradigma belajar mengajar berdasarkan pendekatan behavoristik ke konstruktivistik.
Teori konstruktivistik memiliki pandangan yang berbeda dengan teori behavioristiktentang belajar dan pembelajaran. Teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah objektif, pasti, dan tetap-tidak berubah. Pengetahuan berupafakta-fakta, konsep konsep, dan kaidah-kaidah siap ditransfer dari guru/dosen kepada siswa/mahasiswa. Behavioristik memandang bahwa belajar merupakan proses pengubahan perilaku dan mengajar adalah proses menanamkan pengetahuan dan keterampilan kepada pebelajar. Esensi dari teori behavioristik adalah ide bahwa siswa/mahasiswa dikondisikan untuk menerima curahan pengetahuan. Ukuran keberhasilan belajar dan pembelajaran terletak pada seberapa banyak materi pembelajaran telah diserap dan disimpan oleh pebelajar. Landasan berpikir behavioristik berfokus pada hasil pembelajaran. Cara pandang dalam hal belajar dan pembelajaran seperti ini berdampak pula pada model asesmen. Asesmen yang menggunakan landasan behavioristik menekankan pada respon pasif, keterampilan secara terpisah, dan biasanya menggunakan paper and pencil test. Asesmen cenderung menuntut satu jawaban yang benar serta jawaban yang mengindikasikan bahwa siswa/mahasiswa telah menyelesaikan tugas belajar yang telah ditetapkan batas-batasnya. Karena pengetahuan bersifat tetap, penilaian lebih berorientasi pada pemerolehan hasil pengetahuan, dan yang dinilai adalah kemampuan siswa/mahasiswa dalam menyerap pengetahuan tersebut, maka siswa/mahasiswa tidak dilibatkan dalam keputusan pemberian nilai.
Sedangkan menurut pandangan konstruktivis, proses memperoleh pengetahuan lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak hasil yang diperoleh siswa dalam mengingat pengetahuan. Pengetahuan tumbuh berkembang melalui pengalaman, dan semakin kuat apabila selalu diuji dengan pengalaman baru. Menurut Piaget seperti dikutip oleh Elliott (2000:33), manusia memiliki struktur kognitif dalam otaknya, berupa skemata (scheme) yang masing-masing berisi informasi bermakna yang berbeda-beda. Pengalaman sama bagi beberapa orang akan dimaknai berbeda-beda oleh masing-masing individu dan disimpan dalam skemata yang berbeda. Setiap pengalaman baru dihubungkan dengan skemata dalam otak manusia tersebut. Struktur pengetahuan dikembangkan dalam otak manusia melalui dua cara, yaitu asimilasi atau akomodasi. Melalui asimilasi struktur pengetahuan baru dibuat atau dibangun atas dasar struktur pengetahuan yang sudah ada. Melalui akomodasi struktur pengetahuan yang sudah ada dimodifikasi untuk menampung dan menyesuaikan dengan hadirnya pengalaman baru. Asesmen berdasarkan cara pandang konstruktivisme menekankan keterampilan proses. Asesmen merupakan bagian utuh dari belajar, dengan cara memberikan tugas-tugas yang menuntut kegiatan belajar yang bermakna serta menerapkan apa yang dipelajari dalam konteks nyata. Karena pengetahuan dibangun oleh siswa melalui proses pemberian makna secara unik dan spesifik, bukan diterima begitu saja secara instan. Disamping itu asesmen dalam konteks ini dilakukan dengan menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran.
Pada tataran empirik, penelitian Depdiknas (2006) menemukan bahwa lemahnya keterampilan siswa dalam berpikir (bahkan hanya terampil dalam menghafal) tidak terlepas dari kebiasaan guru dalam melakukan evaluasi akhir yang hanya mengukur tingkat kemampuan yang rendah saja melalui tes tertulis (paper and pencil test). Siswa dengan potensi kemampuan berpikir tingkat tinggi tidak diberikan kesempatan untuk berkembang. Kebiasaan guru (juga dosen ?) yang melakukan asesmen hanya untuk mengukur tingkat kemampuan berpikir rendah patut dipertanyakan. Mengingat landasan yuridis formal asesmen sebagai pijakan praktik pembelajaran di sekolah telah ditetapkan oleh pemerintah melalui PP No.19 tahun 2005 tentang standar Nasional Pendidikan. Pasal 64 ayat 1 menyatakan bahwa penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan.
Mengingat begitu pentingnya penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalammengases proses dan hasil belajar, selayaknya para guru di sekolah dan dosen di perguruan tinggi memadukan berbagai pendekatan (behavirisme dan konstruktivisme) dalam melaksanakan asesmen proses dan hasil pembelajarannya. Sekedar pengatahuan awal. berikut ini secara berurutan akan dipaparkan hakikat asesmen proses dan hasil belajar, tujuan, prinsip-prinsip asesmen proses dan hasil belajar; sasaran ranah kompetensi belajar; teknik-teknik asesmen, prosedur asesmen proses dan hasil belajar dan implikasinya dalam pembelajaran.

B. Tujuan
memahami berbagai istilah yang terkait dengan asesmen, tujuan, manfaat, fungsi, prinsip-prinsip, rambu-rambu pelaksanaan, dan ranah asesmen

Setelah mempelajari materi ini, peserta Pendidikan dan Pelatihan mampu:

1. Menjelaskan pengertian penilaian, manfaat penilaian, fungsi penilaian dan rambu-rambu penilaian.
2. Memilih teknik dan alat penilaian yang sesuai.

3. Mengembangkan indikator pencapaian hasil belajar.

4. Menganalisis, menginterpretasi, dan menentukan nilai pada setiap proses dan hasil pembelajaran.
5. Memanfaatkan hasil penilaian, menyusun laporan penilaian, dan menentukan kenaikan tingkat

BAB II

PEMBAHASAN


A. Pengertian Asesmen

Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran. Untuk itu, diperlukan data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Data yang diperoleh guru selama pembelajaran berlangsung dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi atau indikator yang akan dinilai. Dari proses ini, diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dirumuskan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan masing-masing.
Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah- langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai teknik/cara, seperti penilaian unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio), dan penilaian diri.
Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan, sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. Hasil belajar seorang peserta didik dalam periode waktu tertentu dibandingkan dengan hasil yang dimiliki peserta didik tersebut sebelumnya dan tidak dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya. Dengan demikian peserta didik tidak merasa dihakimi oleh guru tetapi dibantu untuk mencapai kompetensi atau indikator yang diharapkan.

B. Manfaat Penilaian Kelas

Manfaat penilaian kelas antara lain adalah:

1. Untuk mengetahui tingkat pencapai kompetensi selama dan setelah proses pembelajaran berlangsung.
2. Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi.
3. Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remedial.
4. Untuk umpan balik bagi guru dalam memperbaiki metode, pendekatan,
a. kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan.
5. Untuk memberikan pilihan alternatif penilaian kepada guru.
6. Untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektivitas pendidikan.

C. Fungsi Penilaian Kelas

Penilaian kelas memiliki fungsi sebagai berikut:

1. Menggambarkan sejauhmana seorang peserta didik telah menguasai suatu kompetensi.
2. Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami dirinya, membuat keputusan tentang langkah
3. berikutnya, baik untuk pemilihan program, pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan (sebagai bimbingan).
4. Menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik dan sebagai alat diagnosis yang membantu guru menentukan apakah seseorang perlu mengikuti remedial atau pengayaan.
5. Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran yang sedang berlangsung guna perbaikan proses pembelajaran berikutnya.
6. Sebagai kontrol bagi guru dan sekolah tentang kemajuan perkembangan peserta didik.


D. Prinsip-prinsip Penilaian Kelas

1. Menyeluruh

Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mencakup seluruh domain yang tertuang pada setiap kompetensi dasar. Penilaian harus menggunakan beragam cara dan alat sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai.
2. Berkesinambungan

Penilaian dilakukan secara terencana, bertahap, dan terus menerus untuk memperoleh gambaran pencapaian kompetensi peserta didik dalam kurun waktu tertentu.
3. Obyektif

Penilaian harus dilaksanakan secara obyektif. Untuk itu, penilaian harus adil, terencana, dan menerapkan kriteria yang jelas dalam pemberian skor.
4. Mendidik

Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi, memperbaiki proses pembelajaran bagi guru, meningkatkan kualitas belajar dan membina peserta didik agar tumbuh dan berkembang secara optimal.

E. Rambu-Rambu Penilaian Kelas

Dalam melaksanakan penilaian, guru sebaiknya:

1. Memandang penilaian dan kegiatan belajar-mengajar secara terpadu.

2. Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat penilaian sebagai cermin diri.
3. Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program pengajaran untuk menyediakan Mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus peserta didik.
4. Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi dalam pengamatan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar peserta didik.
5. Kegiatan belajar peserta didik.
6. Menggunakan cara dan alat penilaian yang bervariasi. Penilaian kelas dapat dilakukan dengan cara penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
7. Mendidik dan meningkatkan mutu proses pembelajaran seefektif mungkin.



F. Ranah Penilaian Kelas

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan penjabaran dari stándar isi dan stándar kompetensi lulusan. Di dalamnya memuat kompetensi secara utuh yang merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai karakteristik masing-masing mata pelajaran.
Muatan dari stándar isi pendidikan adalah stándar kompetensi dan kompetensi dasar. Satu stándar kompetensi terdiri dari beberapa kompetensi dasar, dan setiap kompetensi dasar dijabarkan ke dalam indikator-indikator pencapaian hasil belajar yang dirumuskan atau dikembangkan oleh guru dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi sekolah/daerah masing-masing. Indikator- indikator yang dikembangkan tersebut merupakan acuan yang digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi dasar bersangkutan.
Teknik penilaian yang digunakan harus disesuaikan dengan karakteristik indikator, standar kompetensi dan kompetensi dasar yang diajarkan oleh guru. Tidak menutup kemungkinan bahwa satu indikator dapat diukur dengan beberapa teknik penilaian, hal ini karena memuat domain kognitif, psikomotor, dan afektif.


BAB III

TEKNIK –TEKNIK PENILAIAN



Upaya mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik dapat dilakukan beragam teknik, baik berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik mengumpulkan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik terhadap pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Penilaian suatu kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator- indikator pencapaian hasil relajar, baik berupa domain kognitif, afektif, maupun psikomotor. Ada tujuh teknik yang dapat digunakan, yaitu penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Dalam pembahasan kelompok ini kami hanya membahas penilaian proyek dan penilaian produk

A. Penilaian Proyek

1. Pengertian

Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas.
Dalam penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:
a. Kemampuan pengelolaan

Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.
b.Relevansi

Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.
c. Keaslian

Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik.

2. Teknik Penilaian Proyek

Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan tertulis. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian.

B. Penilaian Produk

1. Pengertian

Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu:
A. Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.
B. Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.
C. Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.





















2. Teknik Penilaian Produk

Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik.

a. Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap appraisal.
b. Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan.
BAB IV

LANGKAH-LANGKAH PENILAIAN



A. Penetapan Indikator Pencapaian Hasil Belajar

Indikator merupakan ukuran, karakteristik, ciri-ciri, pembuatan atau proses yang berkontribusi/menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi dasar.Indikator dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur, seperti: mengidentifikasi, menghitung, membedakan, menyimpulkan, menceritakan kembali, mempraktekkan, mendemonstrasikan, dan mendeskripsikan.
Indikator pencapaian hasil belajar dikembangkan oleh guru dengan memperhatikan perkembangan dan kemampuan setiap peserta didik. Setiap kompetensi dasar dapat dikembangkan menjadi dua atau lebih indikator pencapaian hasil belajar, hal ini sesuai dengan keluasan dan kedalaman kompetensi dasar tersebut. Indikator-indikator pencapaia hasil belajar dari setiap kompetensi dasar merupakan acuan yang digunakan untuk melakukan penilaian.

B. Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Teknik

Penilaian

Pemetaan standar kompetensi dilakukan untuk memudahkan guru dalam menentukan teknik penilaian. Dalam memilih teknik penilaian mempertimbangkan ciri indikator. Apabila tuntutan indikator melakukan sesuatu, maka teknik penilaiannya adalah unjuk kerja (performance), tetapi apabila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman konsep, maka teknik penilaian yang tepat adalah tertulis. Menyusun spesifikasi penyusunan butir penilaian.

C. Pengolahan Hasil Penilaian
1. Data Penilaian Proyek

Data penilaian proyek meliputi skor yang diperoleh dari tahap-tahap: perencanaan/persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian data/laporan. Dalam menilai setiap tahap, guru dapat menggunakan skor yang terentang dari 1 sampai 4. Skor 1 merupakan skor terendah dan skor 4 adalah skor tertinggi untuk setiap tahap.

2. Data Penilaian Produk

Data penilaian produk diperoleh dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pembuatan (produk), dan tahap penilaian (appraisal). Informasi tentang data penilaian produk diperoleh dengan menggunakan cara holistik atau cara analitik. Dengan cara holistik, guru menilai hasil produk peserta didik berdasarkan kesan keseluruhan produk dengan menggunakan kriteria keindahan dan kegunaan produk tersebut pada skala skor 0 – 10 atau 1 – 100. Cara penilaian analitik, guru menilai hasil produk berdasarkan tahap proses pengembangan, yaitu mulai dari tahap persiapan, tahap pembuatan, dan tahap penilaian.

D. Interpretasi Hasil Penilaian dalam Menetapkan Ketuntasan Belajar

Penilaian dilakukan untuk menentukan apakah peserta didik telah berhasil menguasai suatu kompetensi mengacu ke indikator. Penilaian dilakukan pada waktu pembelajaran atau setelah pembelajaran berlangsung. Sebuah indikator dapat dijaring dengan beberapa soal/tugas.
Kriteria ketuntasan belajar setiap indikator dalam suatu kompetensi dasar (KD) ditetapkan antara 0% – 100%. Kriteria ideal untuk masing-masing indikator lebih besar dari 60%. Namun sekolah dapat menetapkan kriteria atau tingkat pencapaian indikator, apakah 50%, 60% atau 70%. Penetapan itu disesuaikan dengan kondisi sekolah, seperti tingkat kemampuan akademis peserta didik, kompleksitas indikator dan daya dukung guru serta ketersediaan sarana dan prasarana. Namun, kualitas sekolah akan dinilai oleh pihak luar secara berkala, misalnya melalui ujian nasional. Hasil penilaian ini akan menunjukkan peringkat suatu sekolah dibandingkan dengan sekolah lain (benchmarking). Melalui pemeringkatan ini diharapkan sekolah terpacu untuk meningkatkan kualitasnya, dalam hal ini meningkatkan kriteria pencapaian indikator semakin mendekati 100%.
Apabila nilai peserta didik untuk indikator pencapaian sama atau lebih besar dari kriteria ketuntasan, dapat dikatakan bahwa peserta didik itu telah menuntaskan indikator itu. Apabila semua indikator telah tuntas, dapat dikatakan peserta didik telah menguasai KD bersangkutan.Dengan demikian,peserta didik dapat diinterpretasikan telah menguasai SK dan mata pelajaran. Apabila jumlah indikator dari suatu KD yang telah tuntas lebih dari 50%, peserta didik dapat mempelajari KD berikutnya dengan mengikuti remedial untuk indikator yang belum tuntas. Sebaliknya, apabila nilai indikator dari suatu KD lebih kecil dari kriteria ketuntasan, dapat dikatakan peserta didik itu belum menuntaskan indikator itu. Apabila jumlah indikator dari suatu KD yang belum tuntas sama atau lebih dari 50%, peserta didik belum dapat mempelajari KD berikutnya.

BAB V
KESIMPULAN
Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran. Upaya mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik dapat dilakukan beragam teknik, baik berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik mengumpulkan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik terhadap pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk.
Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu: Tahap persiapan, Tahap pembuatan produk (proses), dan Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.





DAFTAR PUSTAKA

Forster, Margaret, dan Masters, G. (1996). Portfolios Assessment Resource Kit.
Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd.

Forster, Margaret, dan Masters, G. (1996). Project Assessment Resource Kit.
Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd.

Forster, Margaret, dan Masters, G. (1998). Product Assessment Resource Kit.
Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd.

Forster, Margaret, dan Masters, G. (1996). Performance Assessment Resource Kit.
Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd.

Forster, Margaret, dan Masters, G. (1999). Paper amd Pen Assessment Resource Kit.
Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd.

Gronlund, E. Norman. (1982). Constructing Achievement Tests. London: Prentice Hall. Helm, Judy Harris, dan Gronlund, Gaye (1999). Linking assessment and Teaching in the
Crucial Early Years. Classroom Leadership. Volume 2, Number 6, 1999.

http://www.ascd.org/readingroom/classlead/9903/1mar99.html.

Linn, R.L., dan Gronlund, N.E. (1995). Measurement and Assessment in Teaching. New
Jersey: Prentice Hall.
Mardapi, Djemari (2001). Evaluasi Proses dan Hasil Belajar: Assessmen Alternatif.
Makalah, tidak diterbitkan.

Medley, Donald M., Coker, Homer, dan Soar, Robert S. (1984). Measurement-Based
Evaluation of TeacherPerformance. New York: Longman Inc.

Rabu, 01 Februari 2012

wazzub

Hati-hati dengan Wazzub


sumber


Beberapa hari terakhir, kita banyak melihat di Facebook, email, inbox, dan SMS tentang Wazzub. Intinya adalah mereferral kita untuk ikut bergabung di Wazzub. Sebuah situs yang akan menjadi mesin pencari (search engine) dan akan menjadi pesaing facebook dan Google. Konon begitu. Tetapi, saya melihat banyak hal yang sangat ganjil tentang Wazzub, apalagi kalau dikatakan Wazzub akan menjadi mesin pencari menyaingi si raksasa Google. Untuk sebuah ide atau cita-cita besar dengan niat yang baik, Wazzub jauh dari kredibilitas. Contoh fakta: (saya lihat sampai tanggal 28 Januari 2012)
Tidak ada member area yang memungkinkan sesorang yang memiliki akun di Wazzub untuk melihat akunnya. Pada umumnya, sebuah situs yang mengharuskan seseorang sign up, pasti ada member area, untuk mengedit profil, foto, data diri, merubah password, merubah email dll.
Domain yang digunakan sebagai domain utama Wazzub adalah dot info, bukan dot com. Dot info ini dalam urutan TLD (Top Level Domain) termasuk domain murahan. Saya bisa buatkan Anda website www.bukanwazzub.info hanya dengan biaya Rp. 80.000, murah bukan? Mungkinkah sebuah situs raksasa hanya menggunakan domain murahan yang bukan TLD tertinggi seperti dot com. Memang, www.wazzub.com juga bisa dibuka dengan tampilan yang sama tetapi tidak memiliki fasilitas referral.
Silahkan buka www.wazzub.com dan buka di tab baru dengan alamat referral Wazzub milik Anda atau milik teman Anda. Lihat tampilannya. Saya mencoba membuka www.wazzub.com tertera jumlah usernya 531.000 sementara di link referral www.wazzub.info jumlahnya berjalan, ada count-nya.
Sistem Wazzub dalam mengirimkan email verifikasi juga cukup unik, Wazzub seperti menganjurkan kita menggunakan email dari Gmail dan tidak menyarankan penggunakan AOL dan HOTMAIL. Meskipun pihak Wazzub memberi keterangan bahwa mungkin saja terjadi kegagalan deteksi spam pada AOL dan HOTMAIL yang menyebabkan email verifikasi di kedua layanan email tersebut akan terganggu. Ada apa ini?
Blog Wazzub yang beralamat di www.heywazzub.blogspot.com juga terbilang lucu. Blog itu dibuat dengan GRATIS alias tidak mengeluarkan biaya apapun dalam hosting maupun domainnya. Tampilan yang dipakaipun hanya menggunakan tampilan dasar, sangat mirip dengan hasil karya seseorang yang baru bisa ngeblog untuk pertama kalinya. Dan, di dunia ini banyak sekali situs blogging, kenapa Wazzub menggunakan Blogspot? Bukankah Blogspot itu milik Google? Bukankah Wazzub justru akan menjadi pesaing Google? :))
Hal-hal itulah yang diprediksi akan berdampak buruk terhadap kemungkinan pishing atau pencurian data user. Semisal, anjuran Wazzub menggunakan Gmail bisa jadi adalah cara Wazzub mencuri database dengan cara menyimpan akun Anda beserta password yang Anda gunakan untuk sign up di Wazzub.
Ingat, kebanyakan orang menggunakan password yang sama untuk berbagai email sign up. Kemungkinan ini bisa dimanfaatkan oleh Wazzub mencuri akun Anda di Gmail/Yahoo atau email yang Anda pakai untuk mendaftarkan diri di Wazzub. Akun email anda bisa saja dicuri. Untuk apa? Bisa jadi untuk pishing, spamming, hingga hacking dan pencurian database.

Lalu bagaimana jika Anda ingin lebih aman dan mengamankan email Anda? Lakukan segera perubahan password pada akun email Anda. Perketat tingkat kesulitannya.

Jika Anda belum bergabung di Wazzub tetapi penasaran, coba saja masuk sign up dengan sebuah email yang tidak penting, atau email abal-abal. Sehingga jika prediksi ini terjadi, email primer Anda tetap aman.

Sabtu, 31 Desember 2011

Kepemimpinan

Kepemimpinan pada dasarnya merupakan suatu sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin, hal tersebut merupakan sebuah kemampuan yang dapat dipelajari dari pengalaman, akan tetapi juga harus memperhatikan kepribadian dasar individual. Dalam teori kepribadian pemimpin itu dilahirkan dengan sifatsifat kepemimpinannya. Sedangkan dalam teori lingkungan pemimpin dibentuk dari stimulus lingkungan, yang mana pemimpin tidak harus dilahirkan dengan jiwa pemimpin akan tetapi pemimpin dapat belajar dari lingkungan untuk dapat menjadi pemimpin yang baik dan berkharisma.
Pengertian Kepemimpinan dari psikologi sosial merupakan sebuah deskripsi temtang kegiatan seseorang yang dinilai sebagai pemimpin, dan pemimpin itu sendiri mempunyai aspek-aspek,yaitu:
1. posisi sebagai pusat,
2. peranannya sebagai pemberi arah,
3. sebagai penggerak atau stimulus dari aktivitas atau kegiatan,
4. memberikan bentuk dalam kegiatan secara terarah dan jelas.

Pengertian tentang kepemimpinan lebih dititik beratkan pada segi fungsi dari pada segi struktur. Berkaitan dengan hal tersebut,,maka maka pengertian tentang kepemimpinan ada beberapa makna,diantaranya:
1. Kepemimpinan merupakan cirri-ciri aktivitas yang dapat mempengaruhi pengikutnya.
2. Kepemimpinan merupakan suatu instrument untuk dapat melancarkan suatu kegiatan dalam rangka mencapai tujuan.

Berdasarkan teori- teori diatas maka dapat dikatakan bahwasannya kepemimpinan merupakan suatu yang dapat dipelajari yaitu dalam menyusun instrument kepemimpinan, namun selain menyusun instrument kepemimpinan pemimpin juga harus tahu bagaimana cara menjalankan instrument tersebut. Pada masyarakat yang masih berkembang factor charisma masih diikutkan dalam menentukan pemimpin.
Menurut Steven R. Covey dalam The 8th Habit secara sederhana – pada tingkatan yang paling mendasar dan praktis – kepemimpinan adalah mengkomunikasikan kepada orang lain nilai dan potensi mereka secara amat jelas sehingga mereka bisa melihat halitu dalamdiri mereka.

Empat peran kepemimpinan(empat karakteristik kepemimpinan pribadi)
• Panutan (hati nurani): menjadi contoh yang baik.
• Perintis (visi): Bersama-sama menentukan arah yang dituju.
• Penyelaras (disiplin): Menyusun dan mengelola system agar tetap pada arah yang telah ditetapkan.
• Pemberdaya (gairah): memfokuskan bakat pada hasil, bukan pada metode, lalu menyingkir agar tidak menghalangi dan memberi bantuan jika diminta.

Ciri ciri pemimpin
• Menentukan arah (visi, pelanggan,masa depan)
• Menunjukkan karakter pribadi (kebiasaan, integritas, kepercayaan, pemikiran analitis)
• Mobilisasi komitmen orang-orang (melibatkan oranglain, berbagi kekuasaan)
• Membangkitkan kemampuan organisasi (Membangun tim, mengelola perubahan)

Pada tugas mata kuliah Psikologi Industri & Organisasi tentang masalah kepemimpinan. Utomo Dananjaya merupakan salah satu tokoh pendidikan yang saya rasa dapat saya temukan dan dengan segala kekurangan saya mencoba menjelaskan Kepemimpinan yang ia punyai.
Utomo Dananjaya yang seperti saya baca dalam majalah Gerbang edisi 6 Th. IV Desember 2004 adalah Direktur Institute for Education Reform, Universitas Paramadina. Dari rubric dialog yang berjudul “Wajib Belajar, Kewajiban dan Tanggung Jawab Pemerintah”, dapat kita lihat bahwasan dari pendapatnya mengenai harapan pendidikan Indonesia kedepan itu merupakan salah satu cirri pemimpin yaitu Menentukan arah (visi, pelanggan,masa depan), Mengenai pemikiran, argument,dan kritik terhadap pemerintahan dengan berani dan mencoba memberikan atau meluruskan jalannya UUD 1945 tepatnya pada permasalahan pendidikan merupakan sebuah karakteristik seorang pemimpin yang baik adalah Menunjukkan karakter pribadi (kebiasaan, integritas, kepercayaan, pemikiran analitis), dimana pada saat ini jarang ditemukan orang-orang yang mau atau berupaya keras meluruskan jalannya pemerintahan yang kacau. Sedangkan tentang ciri pemimpin yang lain Mobilisasi komitmen orang-orang (melibatkan oranglain, berbagi kekuasaan) dan Membangkitkan kemampuan organisasi (Membangun tim, mengelola perubahan),itu sudah dapat tercermin dari pekerjaan yang ia pegang yaitu sebagai Direktur Pelaksana Yayasan Paramadina Mulya (sejak 1995). Dan dari sejarah karirnya dalam dunia pendidikan ia sangatlah eksist dalam bidang pekerjaannya dan hal tersebutlah yang menunjukkan bahwasannya ia tidak setengah-setengah mendalami dunia pendidikan.

Kamis, 29 Desember 2011

10 Kualitas Pribadi yang Disukai




1. Ketulusan
Menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai, karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2. Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahan hati justru mengungkapkan kekuatan.
Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk.Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain.Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang dibawahnya tidak merasa minder.

3. Kesetiaan
Sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya.Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janjinya, mempunyai komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

4. Orang yang bersikap positif
Selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.

5. Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tapi sikap hati.

Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6. Orang yang bertanggung jawab
akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan, bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

7. Rasa percaya diri
memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru.
Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. Kebesaran jiwa
dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. Orang-orang yang “Easy Going” menganggap hidup ini ringan.
Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada diluar kontrolnya.

10. Empati
adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik, tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain

Senin, 12 Desember 2011

Wanita

WANITA
 

Kelembutan wanita yang diindahkan dengan ketegasan yang anggun adalah penunduk hati dari sebesar-besar dan sekuat-kuatnya pria
Bukan kecantikan yang mengundang pengejaran pria, tapi daya tarik wanita
Bukan pupur dan bedak yang meruntuhkan benteng keangkuhan pria, tapi tutur lembut wanita yang menyakini kebesaran masa depan sang pria
Bukan brigade kaveleri Genghis khan yang menjatuhkan pria ke lututnya, tapi wanita yang mengaguminya.
Dan bukan kenyataan yang menyabarkan pria tapi bayangan keindahan yang dijanjikan oleh lembutnya perhatian wanita

HANYA WANITA HEBAT YANG BISA MENUNDUKAN PRIA HEBAT
Dihadapan wanita hebat, pria-pria biasa hanya pengagum, tapi pria-pria hebat akan berperang mempertahankan kerajaan untuk dapat bersanding dalam pemuliaan oleh sang wanita
Ooh…. Alangkah agungnya Tuhan yang maha cinta, yang menjadikan wanita sebagai penghebat pria
Wanita yang hebat adalah hadiah tuhan bagi pria yang ikhlas menghebatkan dirinya.

Tuhanku yang maha penyayang
Aku tahu dengan pasti bahwa Engkau sedang memelihara belahan jiwaku di luar sana.
Dan Engkau tahu bahwa hatiku telah lama pilu dalam kerinduan untuk memenuhi undangan-Mu agar aku membangun keluarga yang tentram dan penuh kebaikan.


Tuhan, jadikanlah aku tertarik hanya kepada dia yang setia kepada yang benar, daripada yang hanya berharta tanpa kemuliaan hati.
Wahai yang maha cinta,
Basuhlah dahaga jiwaku ini,
Segeralah kau sandingkan aku dengan belahan jiwaku.
amin........

CONTOH TEKS RENUNGAN PRAMUKA


CONTOH TEKS RENUNGAN

PERINGATAN HARI PRAMUKA
 
Suasana malam hening
Sebersit cahaya merona redup
Semilir angin berhembus pelan
Menuai kesan kesejukan alam
Menempa ketabahan hati kehidupan insani

Tak terasa 50 tahun telah berlalu
Saat tercipta Praja Muda Karana
Yang siap sedia mempersiapkan kaum muda
Yang tidak hanya mencintai diri sendiri
Melainkan kaum muda yang cinta Tanah Air,
Bangsa, Negara, Agama dan Keluarga

Malam yang hening ini
Adalah wahana merenung diri
Mengingat kembali makna pandu sejati
Mengemban tugas suci bakti diri

Sentuhan angin malam telah membawaku
Untuk bertanya tugas mulia diriku
Apa yang telah kuberikan kepada bangsaku
Apa yang dapat kuperbuat untukmu negaraku
Sampai dimana ukuran bakti yang aku semaikan
Suatu pertanyaan yang dapat terjawab
Bagi Anggota Pramuka harapan bangsa

Praja Muda Karana harapan Ibu Pertiwi
Dipundakmu tertumpu tanggung jawab dan tugas suci
Mempersiapkan kaum muda yang sehat
Untuk hidup dalam dunia yang penuh tantangan
Mampukah mewujudkan cita-cita mulia
Janji dan ketentuan moral yang terpancar
Dijiwahi sinar Kode Kehormatan Gerakan Pramuka,
Adalah jawabannya.

Praja Muda Karana Ksatria Bangsa
Esok lusa akan kutanamkan benih-benih kebajikan
Akan kutaburkan warna keluhuran jiwa
Akan kulaksanakan Tri Bakti Pramuka

Saudaraku pengabdian adalah segala-galanya
Kepada Tuhan
Kepada Negara
Kepada Bangsa
Kepada Keluarga
Untuk ikut menciptakan masyarakat adil makmur,
Dan mewujudkan masa depan yang lebih gemilang.